Perang Dunia 2, Peran Isoroku Yamamoto

Perang Dunia 2, Peran Isoroku Yamamoto
Perang Dunia 2, Peran Isoroku Yamamoto

1. Nama Isoroku Yamamoto, Isoroku Yamamoto terkenal karena serangannya dikota Pearl Harbor, Isoroku Yamamoto adalah seorang Naval yang memiliki wibawa diarea Marsekal Jenderal Jepang yang diperkenalkan memiliki perubahan radikal dalam sebuah Angkatan Laut pada saat Kekaisaran Jepang. Lahir pada tanggal 4 April, 1884 di Nigata dinegara Jepang, Isoroku Yamamoto selesai lulus dari Akademi Angkatan Laut dimana saat itu adalah zaman Kekaisaran Jepang di tahun 1904 dan juga terdaftar di Harvard University dimana ia saat itu belajar 1919 sampai pada tahun 1921.

Dia meninggal pada tanggal 18 April, 1943 ketika pesawatnya jatuh disaat penyergapan oleh pesawat tempur milik Amerika . 2. Erich von Manstein Dia adalah dianggap salah satu sosok yang terbaik dari segi strategi dan taktik militer dalam sejarah perang dunia di Jerman, Erich von Manstein menjadi pangkat Marsekal Lapangan ditahun dimana terjadinya perang dunia 2,di mana dalam masa kepemimpinannya yang sangat sukses, angkatan bersenjata Jerman mencapai puncak kemenangan dalam pertempuran Sevastopol, Kerch, Tanah Genting Perekop dan Kharkov. Setelah Nazi Jerman dikalahkan, dia ditangkap oleh tentara Inggris pada tanggal 23 Agustus 1945. Setelah dia menyelesaikan masa penahanannya pada tahun 1953, ia bergabung dengan Pemerintah Jerman Barat sebagai penasihat militer. Sebagai peneliti bidang sejarah, ia menulis sebuah buku – Verlorene Siege, menggambarkan pengalamannya sendiri dan berbagai ide saat Dia jalani selama 1930-an dan 1940-an. 3.

Omar Bradley Banyak orang mengena karena kesopanan yang dimiliki olehnya, Omar Bradely adalah Jendral Amerika yang sangat disegani disaat terjadinya Perang Dunia 2 yang secara signifikan meberikan partisipasi dalam Landing Normandia serta dalam banyak pertempuran di Bulge. Semasa kecil, ia sangat hobi sekali bermain bisbol, mebaca buku dan ajang menembak. Dalam berbagai media Amerika di arus utama, Omar Bradely telah dicap sebagai pria yang tidak pernah menunjukkan kekuatan dan kemampuan otoritatif pada petugas dan tentara yang bekerja di bawah dalam kepemimpinannya. Dia meninggal pada tanggal 8 April 1891, di New York City

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *